BCYBERBCYBERBCYBER

06 Desember, 2009

PEMUDA dan PELAYANAN GEREJA

PERAN PEMUDA DALAM PELAYANAN GEREJA
Oleh. Paul SinlaEloE


A. CATATAN PEMBUKA
Sesuai dengan Term of Reference (TOR) yang diberikan oleh Panitia Perayaan Hari Raya Gerejawi Jemaat Diaspora Danau Ina Oesapa kepada kami, maka pada kesempatan ini saya diberikepercayaan untuk menyampaikan pemikiran mengenai PERAN PEMUDA DALAM PELAYANAN GEREJA.

Agar diskusi ini lebih terfokus pada judul yang diberikan, maka dalam makalah ini pertama-tama saya akan mengajak kita untuk memahami tugas gereja yang holistik selanjutnya memahami pemuda geraja sekaligus akan dibicarakan Peran yang harus diperankan oleh pemuda.

B. TUGAS GEREJA YANG HOLISTIK
"Pergilah kamu ke seluruh bumi. Jadikanlah segala bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" yang diperintahkanNya sebelum Ia kembali kepada BapaNya. (Matius 28: 19-20). Perintah yang sama, tapi dengan kalimat yang agak berbeda diingat juga oleh Markus dan Lukas. Dalam Markus tertulis dalam pasal 16:15, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk." Versi Lukas agak berbeda. Menurut Lukas, Yesus berkata: "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh dunia dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kisah 1:8).

Itulah amanat agung dari Tuhan Yesus yang harus dijalankan oleh setiap orang yang percaya kepada-NYA. Oleh karena itu, Gereja yang merupakan persekutuan orang-orang yang percaya kepada Tuhan yaitu Yesus Kristus, wajib menjalankan amanat agung ini.

Ada 5 (lima) tugas gerja yang harus dikerjakan untuk mewujudkan Amanat Agung TUHAN Yesus Kristus. Ke-5 (Lima) tugas Gereja ini, tidak bisa dibatasi dengan hanya menjalankan salah satu tugas, sambil melupakan yang lain. Semua tugas tersebut dijalankan secara simultan, demi terwujudnya Amanat Agung TUHAN Yesus Kristus. Ke-5 (Lima) tugas Gereja dimaksud adalah: PERTAMA, Marturia. Marturia bermakna bersaksi. Dalam hal memberi kesaksian harus dilakukan secara benar dan tepat tentang hal-hal yang pernah dilihat dan didengar; menceritakan realitas yang sebenarnya; mempercakapkan kembali pengalaman-pengalaman dan peristiwa yang dialami sebelumnya. Inti yang harus disampaiakn dalam kesaksian kematian dan kebangkitan Kristus, yang mana didalamnya ada kabar baik yakni kabar keselamatan bagi semua orang.


KEDUA, Koinonia. Koinonia berarti persekutuan; ada dan terciptanya persekutuan; memperat persaudaraan; semua upaya untuk tetap berada dalam persekutuan. Jadi, dalam gereja harus ada dan tercipta persekutuan; sekaligus terpeliharanya persekutuan yang telah ada dan tercipta; gereja harus menyampaikan model persekutuan yang dimilikinya itu kepada semua umat manusia.

KETIGA, Diakonia. Diakonia artinya melayani. Pada masa lalu, diakonia diartikan sebagai melakukan sesuatu dengan setia, jujur, serta tanggungjawab. Pada konteks kekinian, berdiakonia tak terbatas pada bantuan materi kepada mereka yang berkekurangan, melainkan lebih kompleks. Misalnya, pengobatan, panti asuhan, pendidikan, pendampingan pada saat susah ataupun yang mengalami masalah sosial, penyediaan lapangan pekerjaan, dan lain-lain. Diakonia harus membawa perubahan pada seseorang maupun masyarakat. Bukan sekedar menjadikan ia tidak terlantar dan tercukupi kebutuhan dasarnya, melainkan dapat terangkat secara sosial; misalnya, melalui pendidikan yang baik, seseorang dapat memperbaiki kualitas hidup dan kehidupannya.

KEEMPAT, Liturgia. Kata “liturgia” berasal dari bahasa Yunani “leitourgia”. Secara sederhana, terjemahannya adalah “pelayanan yang dibaktikan. Litirgia adalah pekerjaan umum di mana dalam persekutuan dan pelayanan, ada pekerjaan yang wajib dilakukan bersama. Misalnya : kegiatan-kegiatan gotong royong. Liturgia sebenarnya adalah panduan bagi orang percaya dalam bersaksi, bersekutu dan melayani. Contoh nyata liturgia adalah kertas panduan dalam ibadah.

KELIMA, Oikonomia. Oikonomia berasal dari istilah yunani yang terdiri dari dua kata: OIKOS, yang berarti rumah, dan NOMOS, yang berarti hukum (peraturan). Jika kedua kata ini digabungkan, maka secara harfiah Oikonomia berarti "pengaturan rumah tangga" (household law). Dalam perkembangannya Oikonomia ini dipahami sebagai administrasi dalam rumah tangga yang mana dengan sendirinya ada pengaturan, ada perencanaan dan ada satu tujuan (purpose). Oikonomia ini dalam tugas gereja merupakan kegiatan yang sebenarnya tidak hanya bersifat manajerial/administrasi organisasi gereja semata seperti kearsipan dll, tapi lebih pada panggilan gereja terhadap penataaan bumi di mana termasuk semua makhluk hidup di atasnya.

C. PERAN YANG HARUS DIPERANKAN OLEH PEMUDA GEREJA
Jika kita membahas pemuda Gereja sebagai subyek dan obyek pembangunan, maka eksistensinya sangat strategis dalam menentukan masa depan gereja. Secara fisik seorang yang dikategorikan sebagai pemuda yakni berumur antara 17 sampai 30 tahun dan secara pshykologis telah dewasa tubuh, secara mental dicirikan dengan tidak puas dengan sesuatu yang stabil (memiliki dinamika) oleh sebab itu perubah selalu berubah dan merubah sesuatu serta perubahan yang diinginkan.

Pemuda Gereja selayaknya dan seharusnya memiliki hubungan yang sangat erat dengan gereja. Apa yang dilakukan oleh gereja, harus apa yang dilakukan oleh pemuda hendaknya saling mencerminkan dan saling mendukung. Gereja secara lembaga selalu mewadahi aspirasi dari pemudanya dan sebaliknya pemuda selalu mendukung 5 (Lima) tugas gereja dalam upaya perwujudan Amanat Agung TUHAN Yesus Kristus.


D. CETATAN PENUTUP
Demikianlah sumbangan pemikiran saya mengenai PERAN PEMUDA DALAM PELAYANAN GEREJA, kiranya bermanfaat dan ini dapat mengantarkan kita pada suatu diskusi yang lebih luas. Sola Scriptura Verbum Dei (Hanya Alkitablah Firman Allah).

----------------
KET:
  1. Makalah ini dipresentasikan dalam Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar, yang dilaksanakan oleh Panitia Perayaan Hari Raya Gerejawi Jemaat Diaspora Danau Ina Oesapa, di tempat Kebaktian Jemaat Diaspora Danau Ina Oesapa, pada tanggal 31 Oktober 2009.
  2. Sekbid Pengembangan Jaringan & Informasi BP. Pemuda GMIT Periode 2008/2012.

TRANSLATE:

Berlangganan Artikel/Makalah

Blogger Anti Korupsi
ads